" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Kuliah Ornithers: Teori Manajemen Kesehatan dan Studi Kasus Unggas Hias

Kuliah Ornithers: Teori Manajemen Kesehatan dan Studi Kasus Unggas Hias

Kuliah Ornithers: Teori Manajemen Kesehatan dan Studi Kasus Unggas Hias

AYAM HIAS

  1.  Ayam Kate: kulit dimodifikasi menjadi sayap sehingga jatuh simetris. Genetiknya mendekati kecil.
  2. Ayam Mutiara: sehari dapat bertelur 2 butir. Namun, dapat mencapai 40 butir. Salah satu warnanya adalah abu-abu.
  3. Ayam Kapas: bulunya putih polos seperti kapas. Akan tetapi, di dalamnya berwarna gelap.
  4. Ayam Kalkun: memiliki telur berukuran kecil dan merupakan ayam hias sekaligus konsumsi dengan ciri bergelambir dan bertanduk.
  5. Ayam Hutan: jantan memiliki warna yang unik. Seperti Ayam Hutan Sumatra yang berwarna merah. Sedangkan untuk betinanya berwarna sama.
  6. Ayam Bekisar: turunan ayam hutan hijau jantan dengan betina bebas (ayam kampung, pelung, atau kate). Ayam Bekisar bersuara khas. Postur saat lomba,  tidak dipermasalahkan. Ayam hutan hijau bersuara paling keras. Kisaran DOC Rp 50-100.000.
  7. Ayam Cemani: terdapat di banyak daerah seperti kedu, Jawa Tengah. Semua bagian tubuh dari luar dan dalam berwarna hitam. Ayam ini sering dikaitkan dengan hal mistis. Darah merah pekat dimiliki ayam Cemani karena mengandung banyak hemoglobin. Warna darah juga dapat diakibatkan oleh pakan. Harganya untuk galur murni dapat menyentuh angka 100 juta rupiah.
  8. Ayam Bangkok, Vietnam, dan Filipina: jenis ayam hias aduan. Ayam bangkok dan vietnam memiliki postur hampir mirip. Ayam filipina akan bertarung sampai mati, berbulu tebal dengan kepala kecil. Ukurannya mirip ayam kate tetapi lebih tinggi sedikit. Ayam senggol dari vietnam berkepala gundul. Kekuatan bertarung sesuai dari sisik buaya-nya.
  9. Ayam Cochin: memiliki tunggir kecil, berbulu lebat. Kelas besar (giant) dapat mencapai 10 kg. Contohnya, Bantam cochin (mini: mirip ayam celengan). Perlu pemeliharaan khusus dan harus sering diberi kalsium sebanyak seminggu 2x sekali. Mereka gesit dan berlari kencang. Warnanya putih kekuningan. Harga berkisar dari 600.000 – 1 juta rupiah.
  10. Ayam Brahma: mirip cochin tetapi warna lebih bervariasi.
  11. Ayam Nagadori: berekor khas panjang. Tiap tahun, bertambah panjang 1 meter. Perawatan sulit untuk menjaga kebersihan ekor. Seumur hidup tinggal di tenggeran. Jarang untuk turun. Reproduksinya bagus. Warnanya putih.
  12. Ayam Bantam Phoenix: berukuran lebih kecil, mirip sumatra (ada buletan putih di kepalanya) dengan ekor yang kaku.
  13. Ayam shokoku: Postur seperti ayam kate kecil tetapi berekor panjang 1 meter tiap 2 tahun (identifikasi umur).
  14. Ayam Yokohama: berekor kaku, panjang. Warnanya putih dan merah.
  15. Ayam Poland: berjambul mawar menutupi sampai mata. Bulunya seperti ayam kampung. Diantara jambul terdapat bentuk V. Warnanya hitam putih. Telur menyampai 15 butir dengan produksi tinggi.
  16. Ayam Batik Kanada (emas): bereproduksi bagus dengan corak seperti batik emas.
  17. Ayam Batik Itali: berwarna putih-hitam, dapat disilangkan dengan batik kanada sehingga warna yang akan keluar bergantung jantannya.
  18.  Ayam Pelung: berpostur besar memiliki kokokan khas. Kakinya beresiko bengkok akibat arthritis sehingga perlu preparat kalsium.
  19. Ayam Ketawa: Ayam asli Sulawesi dengan suara ketawa yang khas. Ada tipe dangdut, disco, slow, gretek. Pemeliharaannya sama dengan ayam buras. Kandang individu seperti pengawasan individu dan memiliki perlakuan khusus.
  20. Golden pheasat: Jantannya memiliki bulu berwarna-warni. Sedangkan betina berwarna coklat. Harganya sekitar 5 juta sepasang.
  21. Silver pheasat: Ada yang berwarna merah. Berciri berekor panjang dengan postur seperti ayam kampung. Makannya irit karena tidak perlu banyak energi dan senang bertengger. Paling mahal harganya.
  22. Lady pheasat: bisa terbang, ayam tidak perlu dilolong induk. Bertelur musiman pada musim hujan. Bertelur setahun sekali. Fertilitas 50:50.
  23. Yellow pheasat: Berwarna kuning. Bentuk seperti pheasat umummnya.

 (Note. Sesama pheaset bisa disilangkan. Namanya red pheaset.)

MERPATI HIAS

  1. Merpati Gondok (poulter): berkaki jenjang, badan panjang, ada balon pada badannya.
  2. Jacobin: memiliki bulu seperti mantel, tidak beraturan.
  3. Modena: merpati batik berbulu merah-hitam seperti angsa. Motif batik-nya tidak akan berpindah tempat.
  4. King U: seperti huruf U badannya.
  5. Sattinete: mirip Modena tetapi batiknya abu-abu dengan paruh kecil dan seperti ada cup di kepala.
  6. Lahore: ada sinbard, mirip pinguin.
  7. Austria: berukuran paling kecil, mirip Sattinette.
  8. GBH: merpati pos jerman dengan ciri hidung lebih besar.
  9. Black Moon/Brown Moon: bulunya seperti jilbab.
  10. Camuchin: berbulu panjang dan rapi, mirip Jacobin.
 Q&A

Q: Kenapa ayam bisa jual ayam mahal?
A: Persilangan. Misalnya, ayam cochin dan batik Itali.

 

INTERMEZZO

  • Warna seperti white colour atau Albino tentunya lebih mahal.
  • Merpati hias memakan jagung dan beras merah. Merpati tidak boleh dicampur dengan jenis lain. Yang bertelur hanyalah yang dominan.
  • Jamu seperti jahe, temulawak, sambiloto, sirih merah dapat memacu pertumbuhan. Semakin besar ayam, maka akan semakin mahal.
  • Peran dokter hewan: pengobatan individu. Antibiotik boleh saja sama dengan manusia. Penyemprotan seperti antiseptik desinfektan. Lebih baik dilakukan saat musim panas agar tidak tumbuh jamur.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *