" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Belajar Vaksinasi dan Nekropsi Bersama Ornithers 51

Belajar Vaksinasi dan Nekropsi Bersama Ornithers 51

Belajar Vaksinasi dan Nekropsi Bersama Ornithers 51

poster nekrop vaksin

Pelatihan Nekropsi dan Vaksinasi Ayam merupakan salah satu acara tahunan dari Himpro Ornithologi dan Unggas Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Acara ini setiap tahunnya diselenggarakan untuk peserta baik dari anggota Himpro Ornithologi atau peserta dari luar Himpro yang termasuk ke dalam mahasiswa FKH IPB. Pada tahun ini acara Pelatihan Nekropsi dan Vaksinasi Ayam dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2016. Peseta yang hadir berjumlah lebih dari 150 orang.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci dan sambutan oleh Edwin Kordinata selaku Project Officer dan Drh. Supratikno, M.Si, PAVet. Sebelum praktikum, peserta diberikan materi perkuliahan terlebih dahulu. Pembekalan pertama mengenai “Vaksin dan Biosecurity Perunggasan” dibawakan oleh Prof Dr Drh I Wayan Teguh Wibawan, MS.

Hewan vaksinasi berperan sebagai filter dan amplifier. Vaksinasi bergantung pada area dan tidak sama pada setiap program. Sisa mikroba yang tersisa dalam tubuh dapat membentuk shading. Untuk itulah diperlukan vaksinasi dan biosecurity yang baik.

Ada 2 macam vaksin, yaitu live vaccine dan inactive atau killer vaccine. Live vaccine  lebih murah ketimbang killer vaccine. Live vaccine umumnya diberikan pada broiler. Paling sedikit dilakukan 2 kali vaksin. Pertama adalah tahap priming yang merupakan tahap pertama kali dan berfungsi untuk meningkatkan sel B memori. Kedua adalah booster yang berarti vaksin selanjutnya untuk memicu pembentukan antibodi dan limfosit. Pada poultry, umumnya dokter hewan menggunakan gun sebagai alat bantu dengan kadar 1 jarum / 500 ekor. Selain dengan penyuntikan, tata cara vaksinasi dapat melalui tetes orbital, hidung, dan mulut (tidak dinjeksi).

Ada beberapa vaksin yang penting di peternakan unggas seperti Marek, ND, IBD, Cacar, IB, AI, dan Coryza. Vaksin ILT jarang dilakukan karena memiliki post vaccinal yang tinggi. Pada hatchery, wajib dilakukan vaksinasi marek, gumboro, dan ND. Sedangkan, Broiler diberi vaksin ND dan gumboro. Apabila cuaca ekstrem, kadang pula diimunisasi Avian Influenza (AV). Ayam kampung dapat divaksinasi ND tetapi AV tidak diperbolehkan bila tidak dipelihara secara intensif.

Pembekalan kedua mengenai “Tata Cara Nekropsi Unggas” oleh Prof Drh Ekowati Handharyani, PhD APVet. Autopsi atau Nekropsi merupakan bentuk identifikasi penyakit. Diagnostik berarti perubahan yang terjadi pada populasi dengan lebih dari 1 pemeriksaan. Ada beberapa poin penting dalam pemeriksaan ante-mortem seperti perilaku hidup, postur tubuh, lendir pada nasal, mata, kuku, dan  kondisi tubuh. Gejala klinis akan mendukung diagnosis, gejala spesifik, dan mungkin pula ditampilkan dengan penyakit lain. Pengambilan sampel darah unggas dilakukan melalui vena brachialis untuk pemeriksaan titer antibodi seperti pulorum dan mikoplasma.

Rangkaian acara selanjutnya adalah praktikum nekropsi dan vaksinasi ayam yang dibagi menjadi 2 sesi. Mahasiswa PPDH bagian patologi mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung. Para peserta belajar melakukan nekropsi pada ayam, vaksinasi dengan gun dan tetes, dan pengambilan darah.

Acara Pelatihan Nekropsi dan Vaksinasi Ayam berjalan lancar. Peserta antusias dan aktif pada saat perkuliahan maupun praktikum. Pelatihan ini diharapkan dapat bermanfaat dalam membantu pemahaman mahasiswa terhadap nekropsi dan vaksinasi unggas.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *