" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Ayam Ketawa sebagai Warisan Budaya Bangsa

Ayam Ketawa sebagai Warisan Budaya Bangsa

Minggu (05/09/2015) Himpro ornithologi dan Unggas (Himpro Ornith) bersama dengan BEM FKH IPB turut serta memeriahkan Dies Natalis IPB ke-52 dengan menyelenggarakan kegiatan berskala nasional yaitu Kontes Ayam Ketawa Nasional (KAKNAS) 2015 di Lapangan Parkir Gedung Andi Hakim Nasution. Kontes ini merupakan bagian dari acara “Animal Day” dengan tema “The Sound of Animal”. Beberapa petinggi IPB turut menghadiri Kontes Ayam Ketawa Nasional 2015 yaitu Rektor IPB, Wakil Rektor IPB, dan Wakil Dekan FKH IPB. Selain petinggi IPB, pejabat pemerintah yang hadir dalam acara ini yakni Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.30-20.00 WIB dan dibuka secara simbolis oleh Direktur Pakan Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan menaikkan ayam ke tenggeran di arena lomba. Himpro Ornith juga bekerjasama dengan Persatuan, Penggemar, dan Pemerhati Ayam Ketawa Seluruh Indonesia (P3AKSI) dalam memeriahkan Kontes Ayam Ketawa Nasional 2015.

Kontes ini terbagi dalam beberapa kategori lomba yaitu kerajinan bunyi, slow, dangdut, remaja, dan disko/gretek. Sepuluh besar pemenang pertandingan final dari masing-masing kategori berhak mengikuti babak grand champion. KAKNAS dihadiri oleh peserta yang berasal dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi dengan jumlah ayam yang mengikuti kontes sebanyak 102 ekor ayam. Ayam yang mengikuti kontes ini memperebutkan piala Walikota Bogor, piala Rektor, dan piala Menteri Pertanian Republik Indonesia. Selain itu, pecinta ayam ketawa yang beruntung juga mendapatkan berbagai macam doorprize seperti rice cooker, kipas angin, blender, dan Handphone.

Ketua panitia KAKNAS 2015, Aldiki Pratama, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Kontes Ayam Ketawa Nasional 2015 dan ia berpendapat bahwa ayam ketawa harus senantiasa dilestarikan karena ayam ketawa merupakan salah satu budaya bangsa yang harus dipatenkan dan dijaga.

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *