" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Pelatihan Vaksinasi dan Nekropsi Ayam 2015

Pelatihan Vaksinasi dan Nekropsi Ayam 2015

Himpro Ornithologi dan Unggas mengadakan kegiatan pelatihan vaksinasi dan nekropsi ayam pada hari  Prabtu, 25 April 2015 di Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Kegiatan ini dihadiri oleh 97 orang peserta. Adapun pembicara pada kegiatan ini diantaranya Prof. Dr. Drh. I Wayan T Wibawan, MS dan Drh. Sumarno.

Sesi Foto Bersama Kuliah VaksinasiSesi Foto Bersama Kuliah Nekropsi

 

 

 

 

Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah kuliah Vaksinasi Ayam dengan pemateri Prof. Dr. Drh. I Wayan T Wibawan, MS dan dimorderatori oleh kak Pangda Sopha. Pemateri mengatakan bahwa vaksinasi pada ayam sangatlah penting. Ayam yang divaksin akan mampu menahan agen penyakit yang menyerang ayam tersebut, sedangkan pada ayam yang tidak divaksinasi akan digunakan sebagai tempat untuk berkembang oleh agen penyakit dan selama sakit ayam yang tidak divaksina akan mengeluarkan agen penyakit yang semakin banyak. Vaksinasi dapat dilakukan dengan lima cara yaitu melalui tetes mata, tetes mulut, tetes hidung, teknik spray dan menggunakan spuit gun. Adapun jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu ND, Marek, IB, AI, cacar, dan lainnya.

Peserta Pelatihan Vaksinasi dan Nekropsi

 

 

 

 

Acara dilanjutkan dengan kuliah nekropsi ayan dengan pemateri Drh. Sumarno dan dimoderatori oleh Kak Citra Ayu Lestari, Mahasiswa Berprestasi FKH IPB 2015. Pemateri mengatakan dalam proses diagnosa terdapat lima proses yaitu anamnesa, mempelajari penyebara penyakit, mempelajari pola kematian, mempelajari gejala klinis, dan melakukan nekropsi. Tahap pemeriksaan melalui tiga proses yaitu inspeksi, palpasi, dan insisi. Nekropsi pada ayam biasanya dilakukan dalam dua tahap yaitu pada hari pertama saat DOC datang dan pada hari kelima belas. Tujuannya untuk mengetahui keadaan ayam, apakah layak untuk diternakkan dan mengetahui perkembangan ayam. Nekropsi biasanya menggunakan empat ekor ayan, dua ekor ayam sakit dan dua ekor ayam sehat sebagai pembanding.

Selanjutnya terdapat kegiatan praktikum nekropsi, vaksinasi dan oengambilan darah ayam. Pada praktikum nekropsi, peserta didampingi oleh Drh. Mawar Subangkiy yang menggunakan ayam broiler dengan bobot 400 gram. Sebelum ayam mati, peserta dapat melakukan latihan pengambilan darah ayam melalui vena auricularis pada sayap ayam.

Praktikum Nekropsi Ayam oleh Drh Mawar Subangkit, MSiSuasana Praktikum Nekropsi2

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *