" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Manajemen Breeding dan Hatchery

Manajemen Breeding dan Hatchery

1428147774396[1]Himpro Ornithologi dan Unggas mengadakan acara kuliah bersama pada hari Jumat tanggal 04 April 2015. Kuliah ini bertajuk “Manajemen Breeding dan Hatchery” dan dibawakan oleh Drh. Didik Widyo S. Perkuliahan ini diikuti oleh 52 orang anggota Himpro Ornithologi dan Unggas. Acara ini bertempat di RK FKH B1 Kampus IPB Dramaga.

Acara dibuka pukul 15.45 WIB oleh master of ceremony, Amazeus Rangga Alyansa Putra. Setelah pembacaan doa, kuliah dimulai. Drh. Didik Widyo S menjelaskan mengenai tatacara bagaimana melakukan perlakuan terhadap ayam-ayam broiler baik meliputi tata kandang, tata pencahayaan, sehingga dapat memberikan kenyamaan pada unggas. Tata kandang yang dimaksudkan yaitu bagaimana keadaan apakah berbentuk panggung atau tidak, bagaimana ruang gerak unggas yang tersedia pada kandang karena hal tersebut dapat menggangu kenyamanana unggas. Suhu yang diberikan pada masa broiler diberikan secara bertahap. Selain itu, Drh. Didik juga menyampaikan pada broiler umumnya dilakukan potong paruh. Potong paruh dilakukan pada usia 6-8 hari.  Potong paruh yang dilakukan pada jantan harus dilakukan secara sempurna hal ini bertujuan untuk membantu proses fertilisasi.

Selain menyampaikan terkait manajemen broiler, Drh. Didik juga menyampaikan terkait manajemen growing dan Hatchery.  Tujuan yang diharapkan dari adanya manajemen growing adalah dihasilkan induk ayam yang uniform ditandai dengan body weight yang hampir sama dan waktu bertelur yang serentak. Body weight pada umur 20-26 hari sangat penting. Selain BW yang dapat dilakukan adalah melihat jengger pada ayam yang ditandai dengan warna merah yang seragam. Program breading meliputi full speed, program 4/2, program 6/1. Proses penimbangan dilakukan tiap satu ekor ayam tidak dapat digabung atau dipadusatukan. Hatchery merupakan tempat proses penetasan telur menjadi anak ayam DOC. Ruang lingkup PS Broiler dan PS Layer Hatchery. Telur yang telah dimasukan ke dalam ruangan dengan suhu 18-20o C dengan kelembaban 80 %. Pengeraman dilakukan pada kurun waktu 18,5 hari tirasi telur harus tertutup rapat. Telur setiap jam dilakukan pembolak-balikan tujuannya untuk homogen. Proses transfer selesai maka akan ada proses penetasan dan panen anakan DOC. Kegiatan breeding dilakukan pemanenan doc. Layer ada proses sexing. PS  antara broiler dan layer berbeda.

Setelah penyampaian kuliah, Drh Didik membuka sesi tanya-jawab. Beberapa peserta aktif dalam memberikan pertanyaan. Kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian bingkisan dan plakat untuk pembicara. Penutupan acara dilakukan oleh master of ceremony pada pukul 17.50 WIB dan dilanjutkan dengan foto bersama semua anggota dari Himpro Ornithologi dan Unggas.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *