" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Kuliah Ornithologi “Prospek dan Tantangan dalam Industri Poultry”

Kuliah Ornithologi “Prospek dan Tantangan dalam Industri Poultry”

Himpro Ornithologi dan Unggas mengadakan acara kuliah bersama pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2015. Kuliah ini bertajuk “Prospek dan Tantangan dalam Industri Poultry” dan dibawakan oleh Dr. Drh. Trioso Purnawarman, MSi, Pembina Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB yang merupakan seorang ahli dalam bidang Perunggasan. Perkuliahan ini diikuti oleh 52 orang anggota Himpro Ornithologi dan Unggas. Acara ini bertempat di RK FKH B1 Kampus IPB Dramaga.

Acara dibuka pukul 16.10 WIB oleh master of ceremony, Amazeus Rangga Alyansa Putra. Setelah pembacaan doa, kuliah dimulai. Drh Trioso menyampaikan bahwa saat ini industri poultry semakin berkembang dengan pesat, oleh karena itu prospek industri poultry sangat baik diikuti tantangan-tantangan yang dihadapi. Peluang pasar domestik untuk industri ini sangatlah besar karena peningkatan pertumbuhan penduduk, pendapatan, pertumbuhan ekonomi, informasi, serta tingkat pendidikan. Selain itu, besarnya peluang pasar domestik didukung oleh perubahan gaya hidup masyarakat. Peluang pasar internasional untuk industri poultry juga terbuka. Meningkatnya preferensi konsumen terhadap produk ayam ras, belum terpenuhinya standar kecukupan gizi asal protein hewani, rendahnya konsumsi daging dan telur ayam di Indonesia juga merupakan suatu prospek bagi industri poultry.

Perkembangan pesat industri poultry didukung oleh keberhasilan-keberhasilan yang dicapai oleh industri ini selama sepuluh tahun terakhir. Keberhasilan ini dibuktikan dengan pesatnya peningkatan populasi unggas serta besarnya investasi dan dana yang berputar dalam industri ini. Oleh karena itu, industri poultry menyerap tenaga kerja yang banyak dari hulu hingga hilir. Selain itu, keberhasilan ini mengantar negeri ini untuk mampu berswasembada daging serta telur ayam.

Tantangan-tantangan yang dihadapi dalam industri poultry saat ini beragam. Tantangan ini utamanya adalah masih kurangnya sarana produksi peternakan yang meliputi mahalnya biaya pakan dan kecilnya kualitas dan kontinuitas DOC. Sarana RPHU dan cold storage di Indonesia masih belum memadai dan tidak ekonomis. Kurangnya ketersediaan data yang memiliki tingkat akurasi tinggi juga menjadi tantangan tersendiri dalam perencanaan usaha bidang perunggasan. Investasi pada industri pengolahan pangan asal unggas masih sedikit sehingga besar kemungkinan produk luar yang masuk pasar Indonesia. Selain itu, fluktuasi serta distorsi harga yang terlalu tinggi memicu penyelundupan ayam hidup. Ayam yang rentan terhadap isu juga menjadi suatu tantangan dalam industri poultry.

Untuk menghadapi prospek dan tantangan dalam industri poultry, Drh Trioso menyampaikan harapan-harapan yang dapat diupayakan dalam industri ini. Harapan-harapan tersebut antara lain pengurangan ketergantungan impor bahan baku pakan dan bibit, promosi gizi dari produk perunggasan, memperpendek rantai pasar, pendukungan dari perguruan tinggi dalam mempersiapkan SDM dan teknologi tepat guna, pengadaan iklim usaha yang kondusif, perencanaan produksi yang baik, persiapan pasar dan informsi pasar yang cepat dan akurat, serta pengadaan sistem monitoring dan networking yang baik.

Setelah penyampaian kuliah, Drh Trioso membuka sesi tanya-jawab. Beberapa peserta aktif dalam memberikan pertanyaan. Kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian bingkisan dan plakat untuk pembicara. Penutupan acara dilakukan oleh master of ceremony pada pukul 17.50 WIB dan dilanjutkan dengan foto bersama semua anggota dari Himpro Ornithologi dan Unggas.

20150313_17474820150313_174552

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *