" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Eurasian jay (Garrulus glandarius) Si Pemerhati Pasangan

Eurasian jay (Garrulus glandarius) Si Pemerhati Pasangan

eurasian jayoleh: Esti Damayanti FKH 49

Kingdom                  : Animalia

Filum                       : Chordata

Kelas                       : Aves

Ordo                        : Passeriformes

Famili                      : Corvidae

Genus                     : Garrulus

Spesies                   : Garrulus glandarius

Conservation status : Least Concern (IUCN Red LIst)

Tahukah anda Eurasian jay? Ya, Eurasian jay atau dengan nama latin Garrulus glandarius adalah salah satu spesies burung yang banyak terdistribusi di kawasan Asia dan Eropa. Burung ini memiliki ciri – ciri warna bulu dominan coklat kemerahan, bulu di sekitar atas kepala berwarna hitam dan putih dan sering dikembangkan ketika sedang berkomunikasi, paruhnya juga berwarna hitam dan ada garis yang terlihat seperti kumis berwarna hitam memanjang ke bawah dari paruhnya. Sayap dan ekornya berwarna hitam pada bagian dorsal dan ada warna putih di beberapa bagian. Selain itu, ada warna spot berwarna biru yang menyerupai bentuk segitiga dan akan terlihat berubah saat mereka melebarkan sayapnya.

Burung ini termasuk omnivora opportunistic, yang berarti mereka memakan segala sesuatu yang mereka dapatkan. Tetapi, yang paling utama adalah biji – bijian. selain itu, mereka memakan beberapa hewan inverterbrata seperti cacing, serangga, dan siput. Eurasian jay lebih suka mengumpulkan dan menyimpan biji – bijian (terutama biji dari pohon oak). Satu burung bisa menyimpan sekitar 4500 sampai dengan 11000 biji – bijian di tempat yang berbeda. Keuntungan lainnya dari sifat mereka yang suka menyimpan atau mengubur biji – bijian ini adalah, mereka membantu meregenerasi pohon oak.

Di alam liar, mereka menyukai tempat dengan dedaunan lebat, banyak pohon, dan semak-semak. Mereka tidak suka daerah yang terbuka, karena mereka rentan terhadap predatornya seperti tawny owls (Strix aluco), Barn owls (Tyto alba), Goshawks (Accipiter gentilis), dan long-eared owls (Asio otus).

Eurasian Jay termasuk jenis burung monogami, artinya hanya memiliki satu pasangan saja. Mereka hanya kawin saat musim semi, pada bulan Maret sampai bulan April. Pada bulan itu, Eurasian Jay menemukan pasangan mereka secara spontan pada sebuah pertemuan antara burung – burung yang belum berpasangan. Mereka menunjukan dirinya pada pasangannya dengan banyak melakukan vokalisasi salah satunya dinamakan “flight appeal” dan merupakan ajakan untuk terbang. Burung jantan biasanya memberikan pasangannya makanan sebagai sebuah ajakan untuk melakukan perkawinan. Jika sang betina terlihat gugup dan ragu – ragu untuk menerima makanan tersebut, maka sang jantan akan mencoba memberikan makanannya dari bawah karena ini merupakan cara yang tidak terlihat terlalu mengancam bagi si betina. Saat betina membuat sarang, maka burung jantan akan terus memberikan si betina makanan.

Suatu penelitian yang dilakukan di laboraturium Comparative Cognition Nicola Clayton, Departement of Physicology, Cambridge, Inggris ini menyimpulkan adanya indikasi kemampuan untuk mengenali dan memahami psikologi antar sesama burung. Kesimpulan ini ditunjukan dengan percobaan memisahkan antara burung Eurasian Jay jantan dan betina. Kemudian para betina diberikan satu jenis makanan antara ngengat lilin atau cacing. Sementara para jantan memperhatikan dari jauh. Saat pasangan itu disatukan kembali, dua jenis makanan tersebut diberikan kembali. Ternyata para jantan memberikan makanan yang sebelumnya tidak dimakan betinanya. Hal ini sangat menyenangkan betinanya.

Ljerka Ostojic selaku ketua penelitian tersebut mengatakan bahwa “Memahami kondisi psikologis individu lain memerlukan pemahaman mendasar dari individu tersebut. Buktinya, saat tidak ada peluang untuk berbagi makanan dengan para betina. Para pejantan lebih memilih makanan yang sesuai dengan keinginannya sendiri. Tetapi jika memungkinkan untuk berbagi, maka mereka akan memilih makanan yang sesuai dengan keinginan betina.” Peneliti yakin bahwa kemampuan mengetahui isi hati pasangan ini sangat penting bagi spesies yang menjalani hidup dalam hubungan jangka panjang. Berbagi makanan merupakan aktivitas yang . artinya kemampuan untuk memilih makanan yang sedang diinginkan oleh sang partner akan meningkatkan nilai pejantan sebagai pasangan.

Sumber :
http://animaldiversity.org/accounts/Garrulus_glandarius/
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/02/monogami-buat-burung-jantan-paham-selera-pasangannya#
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *