" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Seluk – beluk Itik di Indonesia

Seluk – beluk Itik di Indonesia

Hari Sabtu, 21 April 2012 Minta Profesi Ornithologi dan Unggas kembali mengadakan perkuliahan rutin. Kali ini, topikya adalah Manajemen Pemeliharaan dan Kesehatan pada Itik.  Kuliah ini diberikan oleh Dr. Ir. Rukmiasih, MS. Beliau adalah staff pengajar IPT Unggas di departemen IPTP Fakultas Peternakan IPB. Perkuliahan ini diikuti oleh mahasiswa anggota Mipro Ornithologi dan Unggas serta mahasiswa FKH yang bukan anggota Mipro ini. Acara dibuka oleh Khairul Ihsan sebagai MC.

            Perkuliahan berjalan dengan komunikatif dan semakin seru dengan ditunjukkan dengan antusias peserta yang melontarkan berbagai pertanyaan terkait topik perkuliahan kali ini. Berikut merupakan kesimpulan dari perkuliahan Manajemen dan Kesehatan Itik.

Keberhasilan pemeliharaan itik tidak lepas dari manajemen (meliputi lingkungan ternak, pakan dan minuman, serta kesehatan) dan faktor genetik. Itik awalnya berasal dari negara Afrika yang telah didomestikasi. Itik seiring berkembangya teknologi dan kebutuhan manusia digunakan sebagai konsumsi. Itik pedaging (pekin) dapat dipanen pada umur 10 minggu dengna berat kira-kira 3 kg. Sedangkan itik petelur biasanya merupakan itik-itik lokal yang telah dikawin campurkan.

Faktor lingkungan perlu diperhatikan dalam pemeliharaan itik, yaitu meliputi ambient air (temperatur, kelembaban, kecepatan aliran angin), fisik (ruang gerak, penerangan, ketenangan/kebisingan, kesesuaian peralatan), dan sosial (jumlah ekor dalam kandang, keseragaman, peck order). Itik secara umum menyukai pakan yang berbentuk crumble. Pemberian pakan tidak boleh sembarang, ada beberapa pertimbangan, yaitu frekuensi dan waktu pemberian, jenis makanan, dan jangan mencampurkan pakan dengan air minum atau pakan lain yang dapat menjadikan bau tidak sedap. Air minum yang diberikan untuk itik juga harus sama kualitasnya dengan air minum untuk manusia.

Setiap tahapan perkembangan itik memiliki perlakuan yang berbeda juga. Pada itik periode indukan harus dilakukan persiapan yang matan meliputi kandang dan peralatan, DOD yang baru datang, pakan dan air, cahaya, dan perlakuan. Ini disebabkan karena itik masih sangat kecil dan mudah stress. Untuk periode pertumbuhan, pemberian pakan harus dibatasi untuk mencegah pematangan kelamin yang terlalu dini.

Manajemen itik yang perlu diperhatikan adalah kandang yang buat panggung untuk ventilasi dan feses tidak mengendap dan mengenai tubuh itik, tempat pakan yang cukup dan ada tempat minumnya ditengahnya, serta pakan sedikit dibasahi.

Untuk melihat kualitas produksi itik dapat dilakukan cara, seperti melihat pubisnya yang lebar sehingga produktifitas telur meningkat dan banyak benturan akan menurunkan produktifitas itik. Itik dapat menjadi kanialisme sehingg harus dipotong paruh. Yang terakhir adalah kesehatan itik. Banyak sekali penyakit yang dapat menyerang itik, antara lain cholera, aflatoksikosis, hepatitis, cacar, enteritis, dan lain-lainnya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *