" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

IPB Memperkaya Gizi Telur Ayam Dengan Tanaman Tahi Kotok (Marigold)

IPB Memperkaya Gizi Telur Ayam Dengan Tanaman Tahi Kotok (Marigold)

Tambahan pakan berupa tepung bunga dan daun tanaman marigold yang kerap jadi tanaman pagar berpengaruh terhadap kualitas telur ayam. Hasil penelitian dosen dan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan bahwa tambahan itu membuat telur makin kaya vitamin A dan antioksidan.

“Pada dasarnya, jenis tanaman yang menghasilkan bunga berwarna kuning atau jingga kaya kandungan vitamin A dan beta karoten yang berfungsi sebagai antioksidan,” kata Dewi Sri Astuti, dosen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan pada Fakultas Peternakan IPB.

Marigold (Tagetes erecta) dikenal dengan nama lokal Sunda sebagai tahi kotok. Kotok artinya ayam, sehingga nama tanaman itu berkonotasi dengan aroma yang kurang sedap.

Menurut Dewi, tahi kotok sejenis dengan kenikir untuk sayur yang juga memiliki aroma kuat. Selama ini, tanaman tahi kotok tumbuh liar dan tidak produktif. Sebagian penduduk menanam sebagai tanaman pagar karena kecerahan warna bunganya, yakni kuning dan jingga.

Dewi bersama lima mahasiswa, yakni Meta Asterizka, Yolanda, Liza Nur Aziza, Dara Okti Sari, dan Ivan Noveanto membuktikan manfaat tambahan pakan untuk ternak ayam petelur itu mulai April hingga Juli 2011.

Hasil Uji Coba

Dari hasil uji coba, kombinasi tepung daun dan bunga tahi kotok paling efektif. Uji coba dengan empat perlakuan yang meliputi pakan kontrol, yaitu berupa pakan yang biasa dikonsumsi ayam petelur. Kemudian perlakuan pakan kontrol yang ditambah 5 persen tepung daun tahi kotok.

Berikutnya, pakan kontrol ditambah 5 persen tepung bunga tahi kotok. Terakhir, pakan kontrol ditambah tepung daun dan tepung bunga tahi kotok masing-masing 2,5 persen.

Hasil analisis empat pakan yang diuji coba menunjukkan, penambahan kombinasi tepung daun dan bunga tahi kotok memperlihatkan kadar vitamin A dan beta karoten yang tertinggi.

Analisis kandungan vitamin A menggunakan metode high performance liquid chromatography (HPLC). Pengukuran kandungan antioksidan menggunakan pendekatan dengan vitamin E yang mempunyai aktivitas hampir sama dengan antioksidan.

Dalam penelitian tersebut, formulasi pakan yang diimbuhi tepung daun dan bunga tahi kotok tidak berpengaruh terhadap tingkat konsumsi ayam petelur. Pemberian tepung memang memberikan perubahan aroma pakan.

Peningkatan kualitas telur ayam diharapkan membantu peternak untuk meningkatkan pendapatan. Penanaman tahi kotok diusahakan di lahan-lahan tidur untuk menekan biaya produksi.

Menurut Dewi, tahi kotok merupakan tanaman tropis yang mudah tumbuh pada berbagai kondisi. Termasuk pada lahan-lahan yang kurang subur dengan usia panen relatif singkat, yaitu dalam beberapa minggu.

Analisis Hasil Usaha

Beberapa mahasiswa membuat analisis hasil usaha ternak ayam petelur. Menurut perhitungan, peternak dengan jumlah 100 ayam petelur mampu mendapatkan keuntungan Rp 19 juta dalam waktu produksi 53 minggu. Hal ini dengan catatan, ayam petelur dibeli pada umur 19 minggu, kemudian dijual pada usia 72 minggu.

Keuntungan Rp 19 juta diperoleh dengan asumsi harga telur sekitar Rp 16.000 per kilogram dengan jumlah rata-rata 16 butir telur.

Adapun telur yang diperkaya dengan marigold, kualitas vitamin A dan antioksidannya lebih tinggi. Para mahasiswa memperkirakan nilai jualnya Rp 20.000 per 10 butir telur.

Dengan penjualan 10 butir telur diperkaya marigold per pak, keuntungan peternak bisa meningkat menjadi Rp 30 juta dalam jangka waktu produksi 53 minggu.

Pengeluaran untuk penambahan pakan dengan tepung daun dan bunga marigold diperhitungkan hanya untuk membeli 12 pak bibit seharga Rp 7.500 per pak. Kemudian penanaman marigold di lahan sendiri seluas 100 meter persegi dengan jarak tanam 50 sentimeter kali 50 sentimeter.

Dari lahan seluas itu ditanam sebanyak 400 batang marigold. Inovasi pakan ternak ayam petelur ini tergolong mudah diaplikasikan masyarakat.

Menurut Dewi, pada dasarnya kandungan vitamin A berasal dari prekursor yang dibuat oleh tumbuh-tumbuhan dan disimpan dalam daun, bunga, buah, dan biji. Prekursor tersebut dikenal dengan nama karotenoid.

Penambahan pakan yang mengandung vitamin A dapat meningkatkan jumlah pigmen karoten pada kuning telur. Peningkatan pigmen karoten ini meningkatkan warna kuning pada telur.

Kecerahan warna kuning telur erat kaitannya dengan tingginya kandungan vitamin A. Hasil uji coba juga membuktikan warna kuning telur ayam dari hasil penambahan pakan tepung daun dan bunga marigold masing-masing 2,5 persen tersebut menunjukkan warna lebih kuning hingga jingga kemerah-merahan.

Inovasi pakan ternak ayam petelur yang sederhana ini tentu bermanfaat bagi konsumen.

Sumber: Kompas

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *