" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

Perkembangan Ayam Broiler di Indonesia

Perkembangan Ayam Broiler di Indonesia

Oleh : Putri Ekadini (FKH 2010)

Ayam broiler adalah jenis ayam ras unggul hasil persilangan antara bangsa ayam cornish dari Inggris dengan ayam white play mounth Rock dari Amerika. Sebenarnya istilah “ayam Broiler” merupakan istilah asing yang menunjukkan cara memasak ayam di negara-negara barat. Hingga kini belum ada istilah yang tepat untuk menggantikannya, serupa halnya dengan kesulitan untuk mengganti istilah “ayam kampung” untuk salah satu jenis ayam buras. Selain itu berdasarkan dua kriteria utama, yaitu hasil utama dan pertumbuhannya, dari semua jajaran bangsa ayam yang diseleksi, ternyata hanya ayam broilerlah yang memenuhi kedua kriteria tersebut.

Sekalipun galur murninya sudah diketahui sejak tahun 1960-an, yakni ketika peternak mulai memeliharanya, sebenarnya ayam broiler baru dikenal menjelang 1980-an. Namun, ayam broiler komersial seperti yang banyak beredar sekarang ini baru populer pada periode 1980-an. Semula, ayam yang dipotong adalah ayam petelur seperti ayam white leghorn jengger tunggal. Namun, saat masyarakat luas masih banyak yang antipati terhadap ayam broiler karena sudah terbiasa dengan ayam kampung terus berkembang sehingga pemasaran ayam broiler menjadi sulit. Peternak ayam broiler yang baru membuka usahanya menjadi prihatin dan mengalami kerugian. Hingga pada akhir periode 1980-an, pemegang kekuasaan mencanangkan penggalakan konsumsi daging ayam untuk menggantikan atau membantu konsumsi daging ruminansia yang saat itu semakin sulit keberadaannya. Kondisi pun berbalik, kini banyak peternakan ayam broiler bangkit dan peternak musiman bermunculan seiring meningkatnya permintaan akan ayam broiler. Dari sinilah, ayam broiler komersial atau broiler final stock mulai dikenal dan secara perlahan terus diterima orang sebagai ayam konsumsi(Rasyaf2008).

Ayam telah dikembangkan sangat pesat di setiap negara. Di Indonesia usaha ternak broiler juga sudah dijumpai hampir di setiap propinsi. Beternak ayam telah memberi kontribusi yang besar pada pendapatan asli daerah, menyerap tenaga kerja, menambah produktivitas masyarakat dan tentu saja hasil utamanya berupa daging ayam yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan protein hewani. Kekaguman orang dan minat pemodal semakin tergugah setelah mengetahui bahwa ayam broiler dapat dijual sebelum umur 8 minggu karena pada umur tersebut bobot tubuhnya hampir sama dengan tubuh ayam kampung berumur sekitar satu tahun. Masyarakat pun jadi mengenal ayam broiler sebagai ayam pedaging saingan baru ayam kampung dengan rasa khasnya yang empuk dan berdaging banyak.

Referensi:

Rasyaf, Muhammad. 2008. Panduan Beternak Ayam Pedaging. Jakarta: Penebar Swadaya.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *