" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

AYAM KATE

AYAM KATE

AYAM  KATE
Oleh Ikhsan – fkh 46-HimproOrnithologi dan Unggas
Keberadaan ayam hias nampaknya sudah menjadi kebutuhan tersendiri bagi masyarakat perkotaan. Persaingan hidup yang kian ketat sangat berpotensi memicu stress bahkan depresi. Kehadiran tanaman hias dan ternak hias diyakini bisa menjadi penghibur dan mengurangi tekanan stres. Salah satunya adalah Ayam Kate.
Ayam hias banyak ragam dan jenisnya. Ada yang lokal asli indonesia seperti ayam balenggek dari Sumatra Barat, ayam pelung dari Jawa Barat dan sebagainya. Ayam hias import juga tidak sedikit, seperti ayam hias skyner import dari Perancis, ayam black poland dari Polandia dan sebagainnya. Nah, bagaimana dengan ayam kate?
Ayam Kate dikenal karena ciri khasnya yang memiliki perawakan mini, suara yang merdu, keindahan bulu, jengger dan berbagai keindahan fisik lainnya. Hal itulah yang mendorong para peternak dan para hobbies untuk memelihara ayam hias ini sebagai hiburan dan pengusir stress.
Ayam Kate terbagi menjadi dua macam, yaitu : 

1.               Ayam Kate Lokal
Asal-usulnya tidak diketahui, namun sudah lama dipelihara oleh para penggemarnya di Indonesia. Ciri-ciri fisiknya tidak jauh beda dengan ayam Kate jepang yaitu; bulu berwarna putih halus dengan jugs hitam, jengger dan pial besar berbentuk wilah dan berwarna merah. Kaki pendek berwarna abu-abu. Paruh dan kuku berwarna putih.
2.             Ayam Kate Batindo
Memiliki ciri-ciri; warna bulu putih bergaris-garis hitam, bulu leher bagian belakang bersurai. Jengger berwarna merah menyala dan berbentuk mawar.
Serama, Kate Mini dari Negeri Jiran
Belakangan, kehadiran ayam mini hasil kreatifitas Wee Yean Een cukup mengguncang popularitas ayam Kate lokal dan Kate impor lainnya. Ayam ini tidak hanya mengalahkan ukuran tubuhnya yang mini, namun juga mampu menyaingi keindahan dan keunikan bentuk fisiknya yang lain.Namanya, Serama.
Serama merupakan hasil persilangan antara ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam yang dilakukan oleh Wee Yean Een pada tahun 1971.Keindahan sayap merupakan faktor utama mengapa ayam Kapan dipilih sebagai induk dalam persilangan ini. Sedangkan Modern Game Bantam memiliki keunggulan pada kekokohan badan dan leher yang unik. Leher ayam modern Game Bantam seperti hurup S, bagian leher tengah tertarik ke belakang.
Wee Yean Een  menyilangkan keturunan pertama hasil perkawinan antar ayam kapan dan Modern Game Bantam dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams) pertama kali pada tahun 1973. Dari hasil perkawinan ini dihasilkan ayam sutera berpostur badan kecil.
Karena tidak puas dengan hasil persilangan ini, ia lalu  mengawinkan keturunan kedua tersebut dengan kate jepang. Kate jepang ini memiliki keunikan bentuk ekor yang berdiri tegak serta bulu yang indah. Dari persilangan inilah akhirnya dihasilkan ‘serama’ ayam kate mini. Beratnya sekitar 500 gram.
Nama serama diambil dari nama tokoh pewayangan Sri Rama dalam kisah Ramayana. Dan dilafalkan oleh lidah Wee Yean Een dengan serama. Sehingga ayam ini terkenal dengan sebutan serama.
Unggas Genit dengan Harga Selangit

Serama dikenal sebagai unggas genit. Ia tak ragu bergaya petantang petenteng di depan orang ramai yang menontonnya. Selain itu, ia juga tak ragu berkokok lantang memamerkan suara khasnya.

Meskipun genit, namun ia bukan unggas murahan. Satu ekor serama berkualitas bisa menembus harga Rp. 25 juta – Rp 30 juta per ekor.  Serama yang berkualitas baik memiliki ciri sebagai berikut:
  • Bobot badan; semakin ringan semakin baik kualitasnya.
  • Bentuk leher; menyerupai huruf S, kepala tertarik jauh ke arah belakang.
  • Sayap yang indah menjuntai tegak lurus ke bawah.
  • Ekor seperti pedang panjang dan berdiri tegak
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *