" />
Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB

PENGAMATAN BURUNG HIMPRO ORNIT DI IPB

PENGAMATAN BURUNG HIMPRO ORNIT DI IPB

Ditulis oleh Lucky Agung Iskandar

Kampus IPB Darmaga memiliki luas 267 Ha. Kampus dibangun di sekitar hutan darmaga dan memiliki sebuah danau yang bernama yang diberi nama danau LSI. Karena danau ini terletak di antara gedung LSI (Lembaga Sumberdaya Informasi). IPB menamakan dengan kampus hijau karena banyak pepohonan rindang. Namun kini IPB sedang melakukan pembangunan gedung-gedung perkuliahan dan fasilitas lainnya. Hal tersebut berdampak kepada flora dan fauna yang ada di sana.
Mahasiswa IPB merasakan dampak dari pembangunan tersebut. Pepohonan yang dulu sebagai tempat berteduh sekarang menjadi terasa lebih panas untuk berjalan kaki. Mungkin sebagaian mahasiswa merasakan suara kicauan burung dan bunyi bajing yang berlarian jarang terasa lagi.
Saya bukan menentang pembangunan gedung IPB. Di sini saya menulis bukan tentang pembangunan tapi melihat sisi lain dari kampus ini. Mungkin hanya sebagian mahasiswa yang peka terhadap flora dan fauna yang ada di IPB. Pernah melihat burung-burung indah berterbangan yang jarang terlihat di perkotaan saat ini.
Kami dari Himpro Ornithologi dan Unggas FKH IPB melakukan kegiatan yang dinamakan pengamatan burung yang dilaksanakan pada hari minggu 13/11. Kami berjumlah enam orang yang dilengkapi empat buah binokular atau teropong dan buku pengamatan burung. 
Kami mulai pengamatan mulai dari pukul tujuh pagi dan berkumpul di depan gedung rusunawa ASTRI. Jalan yang dilalui mulai sekitar Fakultas Kehutanan sampai asrama internasional. Di sekitar sana kami melihat beberapa jenis burung.
Foto hasil HP Lucky
 
Foto hasil HP Lucky
Cucak kutilang (Pyconotus aurigaster)
Famili : Pyconotidae

http://www.fobi.web.id/v/aves/f-pyc/pyc-aur/Cucak_Kutilang_Merapi_AM_0.jpg.html
Deskripsi : berukuran sedang, dari paruh sampai ujung ekor panjangnya sekitar 20 cm. Tubuhnya berwarna hitam dan putih. Paruh, kepala, tubuh bagian atas dan ekor hitam. Leher dan tubuh bagian bawah putih. Ciri khas tungging berwarna kuning jngga. Terlihat dalam kelompok dalam mencari makan dan suka ribut. Sarangnya seperti mangkuk yang terletak di atas ranting pohon. [1]
Kepudang kuduk-hitam (Oriolus chinensis)
Famili ; Oriolidae


http://4raptor.wordpress.com/2010/08/03/burung-di-kebun-raya-tinggal-50-jenis/2034116p/
Deskripsi : berukuran sedang, dari paruh sampai ujung ekor panjangnya sekitar 26 cm. Warna dominan tubuhnya kuning. Topeng, ujung sayap berwarna hitam. Paruh berwarna merah pudar.  Mencari serangga di tajuk-tajuk pohon yang tinggi. berpasangan atau berkelompok. [1]
Tekukur biasa (Streptopelia chinensis)
Famili : Columbidae

http://www.bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_tekukur_biasa.htm
Deskripsi : berukuran besar, dari paruh sampai ujung ekor panjangnya sekitar 30 cm. Tubunya berwarna doiminan coklat tua dan ekornya panjang. Bulu ekor terluar berwarna putih. Bulu sayap lebih gelap dari pada bulu tubuh, terdapat garis-garis hitam khas pada sisi leher berbintik-bintik putih. Kepala berwarna seabu-abuan. Sering terlihat di permukaan tanah, kadang-kadang di tengah jalan. Sarang terbuat dari ranting-ranting kecil. [1]
Srigunting hitam (Dicrurus macrocercusi)
Famili : Dicruridae

http://balurannationalpark.web.id/gallery/burung-burung-baluran-09/
Deskripsi : berukuran sedang, dari paruh sampai ujung ekor panjangnya sekitar 29 cm. Tubuhnya berwarna dominan hitam. Paruh dan kaki hitam, ekor sangat panjang dan menggarpu dalam. Sangat gesit, bernai mengusir burung lain yang lebih besar seperti elang, ketika memasuki wilayahnya. [1]
Setealah melakukan pengamatan di sekitar Fahutan sampai asrama internasional kami melakukan pengamatan di danau LSI di sana kami melihat berberapa burung pemakan ikan.

Foto danau LSI
Kowak-malam kelabu (Nycticorax nycticorax)
Famili : Ardeidea
http://asalvator.blogspot.com/2011/04/species-info-bird-of-jakarta.html
Deskripsi : berukuran besar, dari paruh sampai ujung ekor panjangnya sekitar 61cm. Dewasa ; mahkota hitam, leher dan dada putih, dua bulu panjang tipis terurai dari tengkuk yang putih, punggung hitam, sayap dan ekor abu-abu. Remaja : tubuh coklat bercoretan dan berbintik-bintik. Hidup berkelompok, bertengger di pohon atau semak pada pinggir danau pada waktu siang hari. Ketika mulai senja, kelompok burung ini meninggalkan danau untuk mencari makan, dengan terbang berputar-putar terlebih dahulu sambil mengeluarkan suara kuakan parau dan sangat ribut. [1]
Bambangan merah (Ixobryhus cinnamomeus)
Famili : Ardeidea
http://jalmiburung.wordpress.com/2008/01/
Deskripsi : berukuran besar, dari paruh sampai ujung ekor panjangnya sekitar 41 cm. Tubuhnya dominan berwarna jingga kayu manis. Paruhnya panjang berwarna jingga kekuningan. Terdapat coretan hitam pada sisi tubuhnya, kaki berwarna kekuningan. Sangat jarang terlinhat karena burung ini mempunyai sifat pemalu dan hidup menyendiri. Bila terganggu, melompat ke atas dan terbang rendah  dengan kepakan perlahan tetapi kuat. Biasanya bartengger di semak atau hinggap di tanah yang terhalangi rumput di pinggir danau. [1]
Kareo padi (Amaurornis phoenicurus)
Famili : Rallidae

http://trulek.blogdrive.com/archive/81.html
Deskripsi : Berukuran besar, dari paruh sampai ujung ekor panjangnya sekitar 30cm. Tubuh bagian atas coklat keabu-abuan. Muka, leher, dan dada berwarna putih. Kaki dan paruh berwarna kuning, penutup ekor bagian bawah merah pudar. Anakan yang baru terliaht dua atau tiga individu mencari makan di pinggir danau. Sering terlihat terbang rendah menyeberang danau dan kadang-kadang bertengger di semak atau pohon kecil. [1]

Foto pengamatan di danau LSI

Foto pengamatan di danau LSI
Di perpustakan LSI kami melihat di sebuah pohon terdapat sebuah sarang dan terdapat burung yang menjaganya.
Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides)
Famili : Estrildidae
http://dimaradhiperdana.wordpress.com/2010/02/17/bondol-jawa-dulu-dan-sekarang/
Deskripsi : berukuran kecil, dari paruh sampai ujung ekor panjangnya sekitar 11cm. Tubuhnya bagian atas coklat, tubuh bagian bawah putih. Paruh, leher, dan dada hitam. Remaja : tubuhnya berwarna dominan coklat muda, sisi paruh putih. Hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil. Mencari makan di atas tanah atau memetik biji padi. Sarangnya terbuat dari rumput atau padi dan berukuran besar.[1]
Burung yang kami lihat sebagian kecil dari jenis burung-burung yang ada di IPB. Masih banyak lagi jenis burung yang kami belum beruntung untuk melihatnya. Kami berharap setelah membaca tulisan ini pembaca bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar khususnya di IPB banyak sekali flora dan fauna yang kita tidak memperhatikannya.
1.        Mac Kinnon J. et all. 1998. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Bogor :Puslitbang Biologi- LIPI- Birdlife International Indoneisa Program.
Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *